ERQITA NEWS PANGANDARAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Pangandaran menggelar rapat khusus di kantor DPC PDI Perjuangan, Parigi, pada Selasa (14/4/2026) malam.
Agenda strategis ini dihadiri langsung oleh Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, jajaran pengurus partai, anggota DPRD kabupaten, DPRD Provinsi Jawa Barat, hingga pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Barat. Menariknya, sejumlah kepala desa di Kabupaten Pangandaran juga tampak hadir dalam pertemuan tersebut.
Ketua DPC PDI Perjuangan Pangandaran, Jeje Wiradinata, menegaskan bahwa partai berlambang banteng moncong putih tersebut berfungsi sebagai wadah politik untuk menyerap aspirasi masyarakat, termasuk di level pedesaan.
"Kader partai kami ada yang ditugaskan di DPRD maupun eksekutif sebagai bupati. Tentu kami harus menangkap dinamika dan persoalan yang berkembang di masyarakat Pangandaran," ujar Jeje saat ditemui usai rapat.
Fokus pada Pilkades Serentak 2027
Kehadiran para kepala desa dalam rapat ini rupanya berkaitan erat dengan persiapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2027 di 68 desa.
Jeje menjelaskan bahwa partainya berkomitmen mendorong munculnya tokoh-tokoh potensial untuk memperkuat struktur pemerintahan desa. Meski begitu, ia menekankan bahwa pihaknya terbuka terhadap latar belakang politik para calon pemimpin desa tersebut.
- Perekrutan Tokoh: Fokus utama adalah munculnya figur yang mampu membangun desa.
- Netralitas Identitas: Partai tidak memaksakan latar belakang politik tertentu kepada para kepala desa.
- Keterbukaan: "Kalau bergabung dengan PDI Perjuangan tentu syukur, kalau tidak pun tidak masalah," tambah Jeje.
Desa Sebagai Ujung Tombak Pembangunan
Senada dengan pandangan Bupati Citra Pitriyami, Jeje menekankan bahwa kemajuan Kabupaten Pangandaran sangat bergantung pada kekuatan fondasi di tingkat desa.
"Desa adalah ujung tombak pembangunan. Kami ingin desa kuat dan berkembang dengan baik, karena kemajuan daerah dimulai dari sana," tutupnya.
Penulis (Adis S)
Editor(Adji)
