Bertaruh Nyawa,Demi Mendapatkan Pendidikan








Cianjur,Erqita News

SEORANG Siswi Smp  di Kp Ciseureh Desa Cimaragang  Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, melewati jembatan gantung yang terbuat dari bambu reyot menuju sekolah.



DIANTAR orangtua, mobil antar jemput, hingga ojek online, mungkin jadi privilese yang dimiliki para pelajar di kota besar. Namun tahukah Anda, masih banyak pelajar yang harus menempuh jalan terjal untuk belajar setiap hari?





Seperti sejumlah anak di Desa Cimaragang, Kecamatan Cidaun Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Untuk bisa mengenyam pendidikan atau sampai ke sekolah, mereka justru harus bertaruh nyawa setiap harinya.





Langkah kaki mereka pun bisa terhenti dalam sekejap jika tak hati-hati melintasi jembatan gantung yang sudah tidak layak dan reyot. Dengan ketinggian 10 meter dari pemukaan sungai, jembatan gantung yang terbuat dari batang bambu sepanjang  50 meter, harus mereka lewati setiap harinya.



Tak ada pilihan, karena jembatan tersebut merupakan akses utama dan satu-satunya bagi para siswa untuk bisa sampai ke sekolah. Sudah puluhan tahun para siswa dan masyarakat setempat harus bertaruh nyawa saat melintasi jembatan bambu reyot di atas sungai.


Mereka secara bergantian berjalan menyeberangi sungai, dengan tangan-tangan kecil memegang erat kawat dan bambu.


(Deni.P )

0 Comments

Tinggalkan Komentar Di Sini