Erqita News

Inspiratif Akurat & Terpercaya

test

Breaking

Post Top Ad

Friday

Sejumlah Orang Tua Siswa PAUD Keluhkan Biaya Simulasi Manasik Haji

 


Erqita News,Garut - Pendidikan Anak Usia Dini, sebagai dasar pengenalan sekolah bagi anak anak balita sebelum masuk ke henjang sekolah yang lebih tinggi atau Sekolah Dasar.


Para orang tua berharap, agar mereka mampu berintersksi dengan teman teman sebaya nya maupun mengenal pambelajaran yang sipatnya  pengenalan baik itu menulis  maupun membaca.


Cara mengedukasi anak usia dini ini para guru laksana orang tua asuh menuntun dan membimbing  dengan kelembutan dan kasih sayang. 


Berbagai peragaan pembelajaranpun di ajarkan, termasuk kegiatan keagaman salah satunya peragaan manasik Haji khususnya bagi siswa yang ber agama Islam.


 Eporia warga mennyambutnya dengan kegembiraan termasuk para pedagan jajanan ringan. Ya itu merupakan pesta tahunan para anak usia dini di berbagai kecamatan, namun sangat di sayangkan kemeriahan dan keceriaan anak balita tersebut terselip suatu kesusahan di  wajah orang tua yang notabenenya kurang mampu, dimana untuk terlibat dalam kegiatan tersebut harus menyediakan uang yang di pungut panitia penyelenggara. 


Sebesar Rp 30 ribu sebagai setoran ke pihak Himpaudni Kabupaten, untuk sewa kabah tirun, pelakat, dan kantung nama, sementara kalau di rinci tidak lebih dari Rp 15 ribu untuk total pembiayaan tersebut. 


Jadi pihak Himpaudni punya untung dari bisnis itu sekitar 50%. Bisa di bayangkan  berapa Rupiah total keuntungan dari kegiatan tersebut ? 

Sementara setiap kucuran BOP cair iuran guru PAUD dan sertoran dari siswa selalu di berikan oleh himpaudi kecamatan. Fihak orang tua mengeluhkan dengan adanya pungutan dana tersebut dan mempertanyakan pula BOP yang di berikan pemerintah /siwa Rp. 600 ribu pertahunya. Jadi transparansi alokasi dana itu yng dipertanyakan sementara setiap kali ada kegiatan masih memungut dari para orang tua.


Andepi selaku ketua himpaudni Kabupaten ketika di konfirmasi Media memberikan jawaban yang terkesan ada yang di sembunyikan. Dengan keyakinan diri yang seakan idialis Andepi mengatakan bahwa


"himpaudni adalah organisasi yang mandiri yang tidak boleh si intervensi oleh pihak manapun termasuk dalam memberhentikan anggota himpaudni yg di pandang tidak sejalan dg kebijakan himpaudni kecamatan, dikatakan pula bahwa kegiatan manasik sudah dikonsultasikan dan dikoordinasikan dengan Ketua IPI kabupaten dan pihak Disdik "jelasnya

"Dikatakan pula dari kegiatan Manasik tersebut Himpaudni punya untung sekitar Rp. 24.jt Rupiah"tambahnya


Hal tersebut dapat pertanyaan yang keras dari wartawan Tekad karena kontradiktif dengan apa yangnmenjadi hasil konfirmasi temuan di lapangan tiap kecamatan. Sementara pihak IPI membatah dengan pa yang di katakan andepi bahwa tidak ada koordinasi. 

"Saya selaku ketua IPI kabupaten Garut tidak pernah mendapatankan obrolan dan ajakan untuk penyelenggaan kegiatan tersebut "tegasnya 


Mahmud selaku ketua IPI menyayangkan dengan apa yang di katakan Andepi. Dalam pesan Washapp yang  diberikan ke pihak media mengatakan

 "saya selaku ketua IPI kabupaten tidak pernah di ajak untuk terlibat dalam kegiatan tersebut oleh pihak himpaudi Kab apa lagi berkirim surat, sebagai organisasi propesi penilik tentunya mempunyai penadmitrasian jadi tidak mungkin kalu ada kegiatan tanpa adanya suatu arsif di stambuk apalagi  kegiatan semacam itu tentu harus lebih dahulu berkirim surat dan pihak kami (IPI) akan melayangkan surat balasan. "Tandasnya


Iwan Suwandi selaku ketua harian Forum Wartawan dan Warga Garut Selatan memberikan statemen tentang seputar kegiatan Tsb"alangkah baiknya  jangan saling lempar permasalahan justru harus bersatu padu membenahi dan memperbaiki sistem yang di pandang kurang baik demi kemajuan kita semua, "ucapnya 


Untuk urusan pungut memungut dan mungkin terjadi suatu pengeloaan  yang dipandang tidak transparan dan terindikasi berbau korupsi kita serahkan dan meminta APH segera turun tangan! " 

Penulis : *Didit*

1 comment:

  1. Wajar lah murah sakiti mah.. saya sebagai orang tua tidak keberatan. Yang harus di perhatikan itu guru TK lihat memprihatinkan kalau lihat honornya.

    ReplyDelete

Tinggalkan Komentar Di Sini

Post Top Ad

Your Ad Spot