Momentum Pesta Demokrasi dalam Fenomena Tuntutan Kecerdasan Memilih -->

Header Menu

Breaking News

Momentum Pesta Demokrasi dalam Fenomena Tuntutan Kecerdasan Memilih

E News
Friday

Pilkades

Oleh: Helena Intani Mariska, S.Pd.

Guru PPKN SMAN 28 Garut

Helena Intani Mariska, S.Pd.Guru PPKN SMAN 28 Garut


Bagi para calon kepala desa, upaya mencari perhatian dan simpati warga masyarakat merupakan hal yang sangat penting. Sejalan dengan ekspektasi (harapan) semua calon, yakni perolehan suara terbanyak dalam momentum pesta demokrasi.



Setiap calon kepala desa yang berdiri sendiri dalam kondisi kontemporer dituntut mampu memahami dan mengerti berbagai permasalahan yang ada di lingkungan masyarakat termasuk konstituennya.


Hal tersebut mengharuskan pula setiap calon kepala desa untuk tanggap terhadap berbagai saran maupun keluhan yang terjadi di tengah- tengah masyarakat yang mungkin luput dari pantauan dan perhatiannya.


Peristiwa yang terjadi sesaat dan sangat berdampak 5 tahun bahkan enam tahun ke depan ini harus mampu dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat desa, khususnya warga hak pilih yang sangat berperan dalam menentukan segala arah pembangunan demi kesejahteraan warga itu sendiri.



Eksistensi sebuah desa yang selama ini ada harus mampu dijadikan pijakan langkah selanjutnya menuju berbagai hal yang lebih baik lagi. Jangan sampai mengalami kemunduran yang akan berdampak buruk terhadap segala segi kehidupan nantinya.


Kepala desa terpilih harus mampu menjembatani berbagai harapan masyarakat sebagai konsekuensi dari berbagai janji yang mereka tabur di dalam berbagai kesempatan untuk menarik simpati masyarakat.


Pilkades merupakan sebuah pesta demokrasi bagi masyarakat desa dalam menentukan pemimpinnya yang akan mengelola rumah tangga desa secara profesional dan proporsional.



Pemimpin yang terpilih nantinya harus unggul secara kualitas intelektual; mempunyai standar etika dan integritas tinggi; memiiki visi dan misi untuk berubah; bersikap adil dan menghargai orang lain tanpa kecuali; memiliki keberanian dan komitmen yang berorinetasi pada tujuan, namun realistis; memiliki kepercayaan diri dan minat sangat tinggi akan pengetahuan; serta terbuka terhadap ide-ide dan pandangan baru yang disampaikan.


Fenomena yang terjadi secara aktual harus mampu diterjemahkan secara terbuka oleh masyarakat terhadap kejadian-kejadian yang berlangsung sebelum, saat dan setelah pemilihan. Hal ini merupakan bentuk kontrol sosial yang berindikasi terhadap kualitas yang dihasilkan dari Pemilihan Kepala Desa.


Sehingga sarana kontrol ini dapat dijadikan barometer untuk memunculkan pemimpin yang benar-benar berkualitas secara individu serta mampu diterima di berbagai lapisan masyarakat nantinya.



Telah saatnya, setiap desa mempunyai seorang pemimpin yang dapat mengayomi dan mampu menginspirasi warganya untuk bergerak melalui antusiasme serta mampu mendorong kerja sama dan tidak mementingkan diri sendiri maupun kelompoknya.


Seorang calon terpilih bukan lagi milik konstituennya (pendukung/simpatisan), melainkan telah menjadi milik masyarakat secara menyeluruh.



Demikian pula terpilihnya seorang pemimpin bukan karena banyaknya dana dan/atau sumbangan yang diberikan, dan juga bukan karena solidnya tim sukses, melainkan penilaian objektif dan komprehensif para pemilih terhadap calon kepala desa sebagai konsideran memilih.



Dengan demikian, masyarakat dituntut untuk berpikir cerdas dalam menentukan pemimpinnya. Jika tidak, pemilih (termasuk seluruh warga) akan merasakan dampak secara langsung beberapa tahun ke depan lamanya sebagai akibat ketidakhati-hatian dan ketidakcermatannya dari orentasi sesaat mereka.

Paradigma Pergeseran Pemimpin. Ke arah manakah?


Demokrasi adalah sebuah sistem politik yang meletakkan kekuasaan tertinggi pada aspirasi mayoritas. Sebab, tugas memelihara serta merawat sistem ini pun berada di pundak orang banyak.


Sehingga, derajat keberhasilan demokrasi sebagai instrumen untuk mensejahterakan rakyat amat bertumpu pada besarnya kepedulian rakyat. Tolak ukur paling kasatmata tentang kepedulian ini adalah tingkat partisipasi warga dalam proses pemilihan, baik dari sisi keikutsertaan maupun keseriusan menentukan pilihan.



Hal penting pula, terutama karena pertanggungjawaban warga atas kualitas pemimpin akan semakin besar.

Optimisme dapat kita sematkan terhadap setiap kandidat terpilih. Meskipun terdapat catatan-catatan untuk dijadikan sebagai media kontrol terhadap kinerja keseluruhan nantinya.


Pilkades bukan hanya sekedar pesta demokrasi untuk mengganti pemimpin. Tetapi, yang utama dari paradigma ini harus mampu menjadi gerbang awal untuk menuju keadaan yang lebih baik.


Warga telah menentukan pilihannya menurut suara mayoritas. Secara sadar pula pemimpin yang mereka harapkan telah terwujud. Keberhasilan tersebut merupakan langkah nyata dalam memulai pengabdiannya lima sampai enam tahun ke depan.


Setiap kandidat terpilih harus mampu juga menjembatani berbagai harapan seluruh warga sebagai konsekuensi dari janji-janji kampanye. Tidak mesti membedakan, mendukung atau kontra saat pemilihan. Setiap kandidat terpilih bukan lagi milik konstituennya, melainkan telah menjadi milik masyarakat secara menyeluruh.


Perubahan pimpinan (kepala desa), diharapkan dapat mewujudkan berbagai perubahan yang berorientasi dan berpihak terhadap warga masyarakat. Berbagai upaya yang telah dirintis dan dicapai pemimpin sebelumnya dapat dijadikan media pembanding akan keberhasilan ataupun sebaliknya. 


Keberhasilan pembangunan selama ini harus mampu dijadikan pemicu untuk mencapai lebih baik lagi. Setiap kandidat terpilih pun harus berpacu dengan waktu dalam mensejahterakan warganya.


Keberhasilan seorang pemimpin, secara kasatmata pula dapat tercermin dari kesejahteraan warganya yang semakin hari semakin meningkat.


Keberhasilan seorang pemimpin pun tidak dengan sendirinya. Perlu dukungan dari etos kerja para bawahannya serta dukungan penuh warga. Kesuksesan niscaya tercapai, jika para pemangku jabatan tidak memiliki kualitas yang sesuai dengan bidang kerjanya.


Kerjasama yanga apik dari mulai Kepala Desa, Sekretaris Desa, para Kepala Urusan sampai ke tingkat Rukun Tetangga memerlukan jaringan yang solid dan harmonis.



Sehingga, kemanakah kita (warga) akan dibawa? Ke arah keberhasilan berbagai pembangunan dan kesejahteraan warga masyarakat yang terwujud.


Atau sebaliknya, mengalami berbagai kemunduran yang sangat berdampak buruk terhadap segala segi kehidupan. Hal ini tentu tidak kita harapkan.



Dengan demikian, perlu kiranya kita dukung setiap kandidat terpilih untuk mewujudkan visi dan misi dalam upaya menjalankan roda pemerintahan desa serta sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat.


Dukungan semua komponen lapisan masyarakat sangat dibutuhkan dalam upaya mengontrol kinerja setiap pemerintahan desa mendatang.



Penulis: Helena Intani Mariska S.Pd

Kontributor : Rusmin