ERQITA NEWS PARUNGPANJANG – Penutupan sementara aktivitas tambang di wilayah Parungpanjang, Kabupaten Bogor, terus menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Menanggapi polemik yang berkepanjangan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menyiapkan langkah mitigasi berupa penyaluran bantuan sosial (bansos) bagi warga terdampak.
Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat memastikan sebanyak 15.293 Kepala Keluarga (KK) akan menerima bantuan sosial tidak terencana pada tahun 2026. Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas ekonomi warga yang mata pencahariannya terganggu akibat kebijakan tersebut.
Jaring Pengaman Sosial
Sebelumnya, Pemprov Jabar telah bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan tahap awal kepada warga di tiga kecamatan terdampak, yaitu:
- Kecamatan Parungpanjang
- Kecamatan Cigudeg
- Kecamatan Rumpin
Sebanyak 2.938 KK di wilayah tersebut telah menerima bantuan senilai Rp3 juta per kepala keluarga. Bantuan ini berfungsi sebagai jaring pengaman sosial menyusul penghentian total aktivitas tambang serta mobilisasi angkutan material di kawasan Bogor Barat.
Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat selagi pemerintah mencari solusi permanen terkait tata kelola tambang dan infrastruktur jalan di wilayah tersebut.
(Adji Setia)

0 Comments
Tinggalkan Komentar Di Sini