BGN Jamin Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan Selama Ramadan dan Libur Sekolah

 


ERQITA NEWS JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan komitmennya untuk menjaga kesinambungan asupan nutrisi anak-anak Indonesia tanpa jeda. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan akan terus beroperasi meskipun memasuki masa libur sekolah maupun bulan suci Ramadan.

​Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa intervensi gizi terhadap generasi muda tidak terputus oleh kalender akademik maupun penyesuaian aktivitas keagamaan.

Asupan Gizi Tanpa Jeda

​Dalam pernyataan resminya, BGN menekankan bahwa pemenuhan nutrisi adalah kebutuhan harian yang bersifat permanen. Oleh karena itu, skema distribusi pangan sehat ini dirancang sebagai strategi jangka panjang yang konsisten.

​“Program MBG tidak mengenal kata libur. Kesinambungan gizi anak bangsa tidak boleh terputus, baik pada hari sekolah aktif maupun saat bulan Ramadan,” tulis pernyataan resmi BGN.


​Pemerintah memandang bahwa konsistensi adalah kunci utama dalam upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan menekan angka masalah gizi di seluruh pelosok negeri.

Kesiapan Logistik dan Menu Seimbang

​Menindaklanjuti arahan tersebut, kesiapan di lapangan terus ditingkatkan. Para petugas dapur pusat gizi terpantau intensif menyiapkan ratusan ribu paket makanan setiap harinya. Setiap porsi yang didistribusikan telah melalui standarisasi gizi yang ketat, meliputi:

  • Karbohidrat: Nasi berkualitas.
  • Protein: Lauk pauk hewani dan nabati.
  • Serat & Vitamin: Sayur-sayuran segar dan buah-buahan.
  • Pelengkap: Susu untuk memenuhi kebutuhan kalsium.

Penyesuaian di Bulan Ramadan

​Meskipun pola makan mengalami pergeseran selama Ramadan, BGN memastikan distribusi akan tetap tepat sasaran dengan waktu yang disesuaikan. Hal ini dilakukan agar anak-anak tetap mendapatkan asupan berkualitas untuk mendukung kesehatan dan kebugaran mereka selama menjalankan ibadah puasa atau saat menikmati masa libur.

​Dengan tetap berjalannya program ini secara nonsimbolis, BGN berharap target pertumbuhan fisik dan peningkatan konsentrasi belajar anak Indonesia dapat tercapai secara maksimal dan berkelanjutan

(**)