-->
Erqita News

Berita Seputar Jawa Barat Terkini

  • Jelajahi

    Copyright © Erqita News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Ada Upaya Jatuhkan Harga Sapi Milik Peternak Terkena PMK, Wabup Garut : Stoplah upaya-upaya seperti ini!!

    Cmm Media
    Wednesday, Wednesday, June 22, 2022 WIB Last Updated 2022-06-22T06:39:26Z

     





    Cisurupan,E,News

    Wakil Bupati (Wabup) Garut, dr. Helmi Budiman, mengimbau peternak yang ada di Kabupaten Garut, untuk tidak menjatuhkan harga sapi peternak lain yang terkena Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).


    Hal ini disampaikan Wabup Garut, seusai melakukan pengecekan hewan ternak milik Kelompok Ternak Sapi Perah (KTSP) Bojong 3, di Desa Tambakbaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Selasa, (21/6/2022).


    "Saya imbau kepada para peternak jangan terpengaruh dengan upaya-upaya yang tidak terpuji, yang menjatuhkan harga sapi yang terkena PMK ini, jadi tolong nanti komunikasi kalau ada yang seperti itu, komunikasi dengan dinas, komunikasi nanti dengan tempat pemotongan hewan ya," ungkap Wabup Garut.


    Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman, menyerahkan bantuan alat penunjang bagi salah satu peternak dari Kelompok Ternak Sapi Perah (KTSP) Bojong 3 yang ada di Desa Tambakbaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Selasa (21/6/2022). (Foto : Yogi Budiman/Diskominfo Garut).





    Ia memaparkan harga sapi yang terkena PMK harganya bisa sampai ke angka 7 juta rupiah, dari biasanya berkisar 20 juta rupiah. Hal ini, lanjut dr. Helmi, tentunya sangat merugikan para peternak.


    "Harga sapi 20 juta tadi katanya harganya jadi 7 juta, nah inikan sangat merugikan, nah ini upaya-upaya ini stoplah upaya-upaya seperti ini, dalam keadaan KLB (darurat) ini ya kita harus melindungi, (yang) harus kita lindungi malah dijadikan objek untuk mencari sesuatu," paparnya.


    Wabup Garut juga menegaskan bahwa PMK ini merupakan penyakit yang tidak menular ke manusia, dan hewan yang terpapar pun dagingnya aman dikonsumsi masyarakat. Walaupun, ada beberapa bagian yang harus dibuang.


    "Aman sekali lagi dikonsumsi masyarakat dan dimasaklah dengan baik gitu, oleh karena itu MUI (Majelis Ulama Indonesia) pun ya memberikan fatwa bahwa kalau penyakitnya masih ringan ini boleh untuk dijadikan sebagai hewan kurban," tegas dr. Helmi.






    Sementara itu, dalam pengecekannya di peternakan KTSP Bojong 3, Wabup Garut menjelaskan bahwa di daerah yang ia kunjungi, ada sekitar 53 sapi yang mati. Menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya akan melakukan verifikasi, dan jika memenuhi syarat, peternak yang hewan ternaknya mati serta tidak sempat disembelih akan mendapatkan dana kerahiman sebesar 5 juta rupiah.


    "Kami juga mendapatkan kabar dari pusat juga ada dana kerahiman yang tentu mudah-mudahan juga ini akan menambah tambahan ya untuk mengurangi kerugian yang dialami oleh para peternak," tandasnya.


    Penulis : Muhamad Azi Zulhakim

    Penyunting : Yanyan Agus Supianto



    Press Release ini juga bisa diakses melalui laman Public Information Center Kabupaten Garut 

    www.picgarut.id

    Komentar

    Tampilkan

    No comments:

    Post a Comment

    Tinggalkan Komentar Di Sini

    Terkini

    +
    ?orderby=published&alt=json-in-script&callback=labelthumbs\"><\/script>");