Dedi Mulyadi Rekrut Mahasiswa Teknik Sipil Jadi Pengawas Proyek, Digaji Harian

 



ERQITA NEWS KARAWANG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memperkenalkan kebijakan baru yang menarik perhatian publik: merekrut mahasiswa aktif dari jurusan teknik sipil di berbagai kampus se-Jawa Barat sebagai konsultan sekaligus pengawas proyek pembangunan infrastruktur.

​Pengumuman ini disampaikan Dedi saat meninjau program pembangunan di Jawa Barat, Rabu (19/11/2025). Langkah ini bertujuan ganda: memperkuat sistem pengawasan proyek dan memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa.

​“Saya sudah minta kepada Kepala PU Pembangunan Infrastruktur Jawa Barat agar tenaga konsultannya melibatkan mahasiswa teknik sipil dari seluruh provinsi,” ujar Dedi Mulyadi.

​Para mahasiswa yang terlibat akan diberikan honor harian berkisar Rp200.000 hingga Rp300.000 per hari, angka yang dinilai cukup membantu kebutuhan finansial mereka selama masa studi.

​🤝 Manfaat Ganda: Objektivitas dan Pengalaman Praktis

​Dedi menilai skema ini menawarkan manfaat ganda. Di satu sisi, mahasiswa memperoleh kesempatan kerja lapangan yang relevan dan pendapatan tambahan. Di sisi lain, pemerintah daerah mendapatkan tenaga pengawas muda yang dianggap lebih objektif dan kritis.

​Menurutnya, kehadiran mahasiswa sebagai pengawas memberikan dinamika baru dalam hubungan dengan kontraktor. Para kontraktor akan berhadapan dengan generasi muda yang idealis.

​“Kontraktor akan berhadapan dengan anak-anak yang kritis, yang bekerja bukan karena kebutuhan mendesak, tetapi karena idealisme mereka,” ungkapnya.

​Kebijakan ini juga menjadi upaya konkret untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas proyek pembangunan. Selama ini, pengawasan sering menghadapi tantangan keterbatasan tenaga dan potensi moral hazard. Dengan melibatkan mahasiswa, Dedi berharap kualitas pembangunan lebih terjaga dan ekosistem proyek menjadi lebih bersih.

​Lebih lanjut, Dedi menekankan pentingnya memberikan kesempatan terlibat dalam proyek nyata sejak dini bagi talenta teknik sipil, sebelum mereka lulus dan memasuki dunia kerja profesional. Ia berharap program ini bisa menjadi percontohan bagi daerah lain.

​Kebijakan Dedi Mulyadi tersebut pun mendapat respons positif dari kalangan akademisi dan mahasiswa. Program ini dinilai progresif karena menggabungkan pemberdayaan mahasiswa, peningkatan kualitas proyek, dan transparansi anggaran dalam satu kebijakan.

(Suparman)

0 Comments

Tinggalkan Komentar Di Sini