ERQITA NEWS GARUT – Sebanyak 138 siswa SMA Yayasan Baitul Hikmah Al Mamuni (YBHM) Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, terpaksa kehilangan hak belajarnya. Hal ini terjadi setelah akses sekolah mereka ditutup paksa oleh pihak luar akibat sengketa lahan yang berkepanjangan.
Penyegelan ini merupakan buntut dari konflik antara pihak yayasan dengan seorang pengusaha yang mengklaim kepemilikan atas seluruh lahan sekolah tersebut.
Akses Digembok Paksa
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA YBHM, Iwan Ridwan, mengungkapkan bahwa pihak sekolah dan para siswa terkejut saat mendapati pintu masuk sekolah dalam keadaan digembok.
"Kami mengira persoalan antara pihak yayasan dengan pengusaha sudah selesai. Guru dan siswa menyangka kepala sekolah sudah membereskan urusan ini, namun saat kami tiba, akses sekolah masih digembok," ujar Iwan kepada media.
Konflik Menahun yang Memanas
Menurut Iwan, sengketa lahan ini sebenarnya sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Namun, situasi kembali memanas memasuki awal tahun 2025 hingga berujung pada penutupan aktivitas pendidikan secara total.
Akibat penyegelan ini, sebanyak 138 siswa terdampak langsung dan tidak bisa melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sebagaimana mestinya.
Belum Ada Titik Terang
Pihak sekolah mengaku telah berupaya menempuh berbagai jalur untuk mencari solusi, termasuk melaporkan kejadian ini ke pemerintah daerah maupun instansi di tingkat pusat. Namun, hingga saat ini, belum ada langkah konkret yang diambil oleh pihak berwenang.
"Kami sudah melapor ke berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga ke pusat. Tapi sampai detik ini, belum ada solusi yang bisa membuat siswa kembali belajar," pungkas Iwan.
(**)

0 Comments
Tinggalkan Komentar Di Sini